Knowledge Center

Arsip & Literasi.

Kumpulan berita terbaru, artikel pendidikan, dan karya ilmiah dari rekan-rekan guru Informatika se-Kabupaten Sukabumi.

berita
17 May 2026
By TAUFIK HIDAYAT

Panduan Mata Pelajaran

Panduan Mata Pelajaran disusun sebagai acuan bagi pendidik dalam menerjemahkan Capaian Pembelajaran ke dalam praktik pembelajaran di kelas sekaligus merancang pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan berpusat pada murid.Klik disini

berita
05 May 2026
By TAUFIK HIDAYAT

Erapor Versi terbaru (versi 2025.2)

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pengelolaan penilaian dan pelaporan hasil belajar peserta didik, telah dirilis aplikasi e-Rapor SMP versi 2025.2. Aplikasi ini merupakan sistem digital yang terintegrasi dengan Dapodik untuk memudahkan sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam menginput, mengolah, serta menyajikan data nilai siswa secara lebih efektif, akurat, dan transparan. berikut  link unduhan aplikasi e-Rapor SMP versi 2025.2 yang dapat digunakan sebagai referensi maupun kebutuhan instalasi dan pembaruan di satuan pendidikan masing-masing: 🔗 https://drive.google.com/drive/folders/1TqviGCWr8ydbvZdZI_uWUfUpT0QO2i6Y?usp=sharing

berita
29 Apr 2026
By Administrator MGMP

INFORMASI OLIMPIADE INFORMATIKA KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2026 (Kontributor: TAUFIK HIDAYAT)

Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan daya saing peserta didik di bidang teknologi dan pemrograman, akan diselenggarakan Olimpiade Informatika Kabupaten Sukabumi Tahun 2026. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa-siswi terbaik yang memiliki minat dan bakat dalam bidang informatika, khususnya dalam logika, algoritma, dan pemrograman komputer. 📌 Informasi Penting: 📅 Pelaksanaan: Rabu, 20 Mei 2026 📍 Tempat: SMP Islam As-safiiyah 👨‍💻 Peserta: Perwakilan siswa dari masing-masing sekolah diutamakan siswa kelas 7-8 📝 Mata Lomba; Mengetik Cepat, LCC Informatika, Gambar Digital, Koding, Film Pendek Link Pendaftaran : KLIK DISINI Link Jukni OIK 2026: KLIK DI SINI Link TEKMEET ZOOM : KLIK DI SINI    //Meeting ID: 847 4348 0777Passcode: 954044  LInk Presensi TEKMEET: KLIK DI SINI Narahubung: Aziz Mustafa (0815-6318-9218), Santi Susanti (0857-2094-7171) 🎯 Tujuan Kegiatan: Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis Menumbuhkan minat di bidang informatika Menjaring peserta terbaik untuk kompetisi tingkat lebih tinggi   Kami mengundang seluruh sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Persiapkan diri dengan baik dan jadilah bagian dari generasi unggul di bidang teknologi!

berita
18 Nov 2025
By Administrator MGMP

Kepmendikdasmen Nomor 222/O/2025 tentang Linearitas

Download  Kepmendikdasmen Nomor 222/O/2025 tentang LinearitasKLIK DISINI Sumber: "KEPMENDIKDASMEN NOMOR 222/O/2025 TENTANG LINEARITAS" 

berita
16 Nov 2025
By Administrator MGMP

"Pasrah Boleh Menyerah Jangan" (Kontributor: YUSAK MUNAWAR IQBAL)

Opini tentang Maraknya Penggunaan AI dan Menurunnya Kemampuan Manusia untuk Berpikir Mandiri Di era ketika teknologi berkembang lebih cepat daripada kemampuan kita mengejarnya, kecerdasan buatan (AI) telah menjadi sahabat baru bagi banyak orang. Dari membuat laporan, mencari ide, menulis naskah, sampai menghasilkan desain kreatif semuanya kini bisa dilakukan hanya dengan mengetikkan beberapa kalimat. Kemudahan ini tentu membawa manfaat besar. Namun di balik gemerlapnya, ada satu kekhawatiran yang mulai terasa nyata: manusia perlahan menjadi malas berpikir. Hari ini, banyak orang lebih memilih meminta AI untuk membuatkan ide, dibanding melatih otak mereka untuk berimajinasi, menganalisis, atau merumuskan gagasan sendiri. Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas berpikir kritis dan daya kreasi generasi kita. Di sinilah makna kalimat “Pasrah Boleh, Menyerah Jangan” menemukan relevansinya. Pasrah berarti menerima bantuan teknologi sebagai alat pembantu. Kita boleh memanfaatkan AI untuk mempercepat pekerjaan, memberikan inspirasi tambahan, atau memperkaya sudut pandang. Tetapi menyerah dalam arti berhenti berpikir dan hanya mengandalkan mesin adalah pilihan yang berbahaya. AI seharusnya menjadi kendaraan, bukan pengemudi. Ia mempercepat perjalanan, tetapi arah tetap harus ditentukan manusia. Masalah muncul ketika kita sepenuhnya pasrah pada mesin, lalu menutup pintu kreatifitas dan kemampuan berpikir mandiri. Tanpa disadari, kita sedang membuat diri sendiri kehilangan naluri untuk menemukan solusi, memecahkan masalah, atau menciptakan ide-ide baru yang orisinal. Kemampuan berpikir tidak tumbuh dari kenyamanan. Ia tumbuh dari tantangan dari usaha untuk mencoba, gagal, mengulang, merenung, dan mencari jawaban. Jika kita memilih menyerah dan membiarkan AI melakukan semuanya, maka masa depan bukan lagi milik pemikir, melainkan operator teknologi. Teknologi memang akan terus berkembang. AI akan terus menjadi bagian hidup kita. Namun justru karena itulah, manusia harus menjaga dan melatih sesuatu yang tidak dimiliki AI: intuisi, nurani, kreativitas, empati, dan kebijaksanaan. Itulah hal-hal yang membuat manusia tetap unik dan berdaya. Pada akhirnya, pesan yang ingin saya sampaikan sederhana: Gunakan AI sebagai alat, bukan penopang hidup. Biarkan teknologi membantu, tetapi jangan biarkan ia menggantikan peran otak dan hati kita. Pasrah boleh: biarkan AI bekerja bersama kita.Menyerah jangan: biarkan diri kita tetap berpikir, berkarya, dan bermakna.